Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

28/04/2011

Seks Rutin Atau Tidak Sama Sekali

seksrutin

Seperti sudah banyak diketahui, seks tidak hanya sebagai sarana pemuas nafsu belaka, melainkan juga membawa berbagai manfaat bagi tubuh kita. Namun sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tufts Medical Center di Boston, Amerika, baru-baru ini membeberkan bahwa ternyata manfaat seks baru dapat benar terasa apabila hubungan intim tersebut dilakukan secara rutin / teratur. Artinya, hubungan badan yang hanya dilakukan sesekali saja justru malah akan membahayakan diri kita, sehingga pilihannya ada dua: dilakukan secara rutin atau tidak sama sekali.
Berdasarkan hasil penelitian, resiko serangan jantung justru meningkat pada orang yang hanya berolahraga berat sekali waktu. Peningkatannya sebesar 3,5 kali dibandingkan orang yang sama sekali tidak berolahraga. Sementara itu, hubungan seks yang hanya dilakukan sekali waktu juga bisa memberikan efek serupa. Risiko serangan jantung meningkat 2,7 kali lipat dibandingkan pasangan yang rutin berhubungan seks atau sama sekali tidak pernah melakukannya.
Menurut sang peneliti, Jessica Paulus, temuan ini sama sekali tidak ingin menakut-nakuti orang agar tidak berolahraga atau menghindari hubungan seks sama sekali. Poin pentingnya justru menekankan, manfaat dari aktivitas fisik hanya akan diperoleh jika dilakukan secara rutin.
Terlebih karena peningkatan risiko serangan jantung yang dipaparkan dalam temuan tersebut terjadi hanya dalam durasi yang sangat singkat. Sifatnya temporer yakni hanya dalam waktu 2-3 jam selama dan sesudah melakukan aktivitas fisik atau hubungan seks.
“Yang kami hindari adalah, jangan sampai temuan ini membuat orang-orang mengira bahwa olahraga justru berbahaya sehingga tidak mau lagi melakukannya,” ungkap Jessica seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/3/2011).
Pesan yang ingin disampaikan dari temuan ini cukup jelas, aktivitas fisik apapun, termasuk olahraga, sebaiknya dilakukan secara rutin dan bertahap. Dimulai dengan durasi singkat dan intensitas yang ringan, lalu perlahan-lahan terus ditingkatkan hingga yang paling berat.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger