Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

26/04/11

Teori Waktu Menurut Ilmuwan Fisika

Kita semua tahu bahwa waktu adalah aliran yang mengalir dari masa lampau menuju masa depan. Setiap saat ada perubahan, ada jarak jarak, dan juga kematian. Waktu juga menjadi sebuah pertanda kapan lahir, kapan ulang tahun dan kapan suatu masa muncul hingga kemudian punah. Teori fisika mengatakan bahwa waktu tidak absolut, yang artinya waktu menunjukkan sesuatu yang relatif terhadap suatu acuan.

Dicontohkan oleh Albert Einstein, sang pelopor teori relativitas ini, misalnya ketika seorang menaiki mobil dan melihat ke obyek di luar mobil yang tidak bergerak, maka terlihat obyek tersebut bergerak. Sementara itu bagi orang yang di luar mobil, maka orang di dalam mobil yang dikatakan bergerak. Mana yang benar, Einstein mengatakan keduanya benar dan hal ini kemudian dikenal dengan teori relativitas khusus. 

Sementara itu, penjelasan lebih mendetil tentang waktu yang melambat, juga dipaparkan dalam teori relativitas umum. Para ahli fisika menerangkan rumus ruang tiga dimensi, ternyata masih terdapat waktu yang disebut sebagai dimensi lain. Ini artinya selain dunia 3 D, para ahli fisika memperkenalkan dunia 4 D, yaitu dengan tambahan waktu. Dengan kata lain bisa ditebak hampir di setiap tempat di alam semesta ini, memiliki waktu dan ruang yang berbeda dengan bumi atau pun tempat lainn. Yang menjadi catatan adalah waktu itu juga dipengaruhi oleh gravitasi. Semakin besar gravitasi, semakin lambat berjalannya waktu. Dari teori relativitas ini kemudian muncul teori yang lebih ekstrem di mana para ilmuwan mengatakan ada sebuah ruang waktu yang terbentuk. 

Menurut teori ini, waktu dapat direntangkan atau dimampatkan. Pada sebuah titik tertentu di mana antara waktu ini gaya gravitasi melengkung hingga menyatu, pada akhirnya membukakan pintu baru yang disebut lorong waktu. Menempuh cara ini, seorang peneliti diprediksi bisa berpindah tempat dengan menempuh lorong waktu. 

Perjalanan waktu menjadi semakin mungkin ketika teman penelitian Einstein, Kurt Godel pada 1949 menunjukkan bahwa di bawah teori relativitas umum, waktu itu benar-benar bisa dibentangkan oleh manusia. Godel mengatakan dengan pembentangan ini akan ada sebuah efek waktu yang bisa menjadi sebab dan akibat. Katanya jika seseorang bisa kembali ke masa lalu dan membunuh kakek buyutnya, maka sebagai akibatnya pada masa depan ia tidak akan lahir. 

Banyak ilmuwan fisika mendebat pengertian yang sangat aneh ini. Namun belum ada satu alasan pun yang bisa meruntuhkan teori tersebut. Para ilmuwan berspekulasi bahwa menembus waktu memang mungkin dilakukan, tetapi tidak akan mungkin mengubah masa depan yang kini ditinggali oleh manusia. 

Tak Bisa Ubah Masa Kini 

Ahli fisika Daniel Greenberger dari City University of New York dan Karl Svozil dari Vienna Unversity of Technology Austria menunjukkan sifat-sifat teori kuantum yang memastikan bahwa perjalanan menembus waktu tidak dapat mengubah keadaan saat ini, meskipun seseorang itu berhasil ke masa lalu. "Ini sangat kontradiktif, karena misalnya saya bisa kembali ke masa lalu, mana mungkin saya mengubah keadaan waktu itu, karena dengan begitu maka secara tidak langsung saya telah menggagalkan misi perjalanan saya ke masa lalu sebab yang menjadi patokan adalah masa kini, bukan masa depan atau masa lalu," ujar Karl Svozil. 

Lee Smolin dari Perimeter Institute for Theoretical Physics di Kanada mengatakan waktu adalah nyata. Akan tetapi merumuskan untuk menemukan segalanya dan menyatukan partikel di alam semesta hanya dapat dilakukan dengan menggabungkan teori relativitas dan teori kuantum. Hasil pengertian yang dimungkinkan adalah waktu itu tidak ada atau waktu itu mungkin ada tetapi lebih dari satu. 

Profesor Carlo Rovelli dari University of Marseille mendefinisikan bahwa waktu itu adalah jarak antara kejadian, atau hanya seperti ruang yang memisahkan antara tempat. Dicontohkan misalnya, segelas kopi beberapa saat lalu panas, namun dengan perginya kalor (panas), di masa depan kopi akan dingin. Dia berpendapat tidak ada yang bisa kembali dan semua itu hanya ada di dalam otak. Ia mengatakan bahwa perubahan waktu setiap detik, menit dan jam hanyalah sebuah trik pikiran. "Sebenarnya waktu itu tidak ada," ujarnya.
Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger